Berderak kecil suara pintu rumah tua
Terlihat dari pintu kipas angin berdiri sendiri
Debu tebal menandakan bahwa sudah lama rumah ini ditinggal
Kenangan-kenangan kecil di setiap sudut rumah membuatku meneteskan air mata
Air mata kerinduan terhadap hadirnya seseorang
Sesekali aku seka air mataku namun tak habisnya keluar
Sebelas tahun berlalu engkau meninggalkan Kita
Air mata tak kunjung berhenti
Kepada Laki-laki yang selalu kurindukan di rumah ini
Kenangan kita, akan selalu aku kenang dan kuceritakan kepada anak-anakku kelak
Betapa bangganya seorang anak dari anak perempuanmu kepadamu
Hari mulai sore, aku yang masih duduk kebingungan
Adzan maghrib berkumandang
Kusudahi saja kesedihan untuk hari ini
Kepada laki-laki yang kupanggil Eyang Kakung
Semoga Kita bisa bertemu Kembali di SyurgaNya
Tulisan ini dibuat di rumah eyang
Makassar, 18 Juni 2021
Fikas Fabulostellar
Hai apa kabar? Baik baik aja kan? Alhamdulillah aku disini juga baik baik aja, Gimana sekarang kerjaannya? Aduh, maaf ya aku kagok banget nulis ini Seperti yang kamu tau, aku masih gengsian Hiks, gimana ya cara ilanginnya? Hehe… Setelah berhari-hari kita tidak bertukar kabar, Tidak berbagi cerita, Tidak saling mengungkapkan rasa sayang kita Aku kangen ternyata heheh Sekarang kamu udah Bahagia ya sama dia? Boleh gak aku kenal sama dia? Kamu pasti banga ya sama dia? Selamat ya, aku seneng deh liat kamu bisa tersenyum lagi Waktu sama aku, kamu jarang tersenyum Iya, sekali lagi aku minta maaf ya Aku gak mau kamu tersiksa oleh masalalu yang telah kuperbuat Teruslah berjalan maju Mas Aku disini ikut mendoakan kamu agar kamu Bahagia Bahagia dengan pilihanmu Walaupun dalam lubuk hatiku paling dalam, aku kecewa Bukan aku dalam masa depanmu Kamu gak pantes sakit Denganku kamu selalu sakit, hatimu terlalu lembut Dan aku terlalu jahat untukmu Kapan-kapan aku mau denger dong dia gimana...
Komentar
Posting Komentar